Jumat, 29 Januari 2010

Perawatan Helm Agar Tidak Bau


Biasanya pengendara sepeda motor malas untuk menjemur helm yang digunakan. Setelah melakukan perjalanan, helm diletakkan begitu saja. Helm yang basah karena keringat, atau pengap karena kurang terkena cahaya, akan menimbulkan bau yang kurang sedap. Setelah timbul bau, barulah para pemilik helm akan merasa kebingungan untuk membersihkannya.

Berikut tips untuk mencegah helm tidak bau :

1. Bukalah kaca penutup helm, khususnya jenis full face, saat helm tak digunakan. Bila dibiarkan tertutup, udara pengap dan bau bekas keringat akan terus terperangkap di dalam helm. Bau menyengat juga akan timbul bila tak tersentuh sinar matahari dalam waktu lama. Hawa panas dalam helm akan mengendap pada lapisan busa dan inilah yang menyebabkan bau tak sedap.

2. Biasakan menjemur helm setelah penggunaan pada perjalanan jarak jauh. Atau perawatan setidaknya dilakukan sepekan sekali. Letakan helm dalam posisi terbalik dengan kaca dan seluruh bagian ventilasi terbuka. Ruang terbuka bagian bawah helm mempercepat penguapan butiran keringat dalam helm. Dan sinar ultra violet matahari mampu menetralisasi bau keringat itu.

3. Saat menyimpan helm, perhatikan fungsi ventilasi agar tetap terbuka sehingga udara bersirkulasi dengan baik. Salah satu cara termudah, buka kaca dan seluruh lubang ventilasi. Bau sisa keringat akan bersirkulasi dan memiliki jalan keluar untuk menguap.

4. Jangan lupa menaruh wewangian seperti misalnya kapur barus, ketika helm tak digunakan. Namun, hati-hati memilih jenis pengharum untuk itu. Jika menggunakan minyak wangi, maka pilih yang mengandung kadar alkohol rendah. Bila terpaksa memakai pewangi beralkohol tinggi, usahakan saat menggunakannya dalam jumlah sedikit. Karena busa helm cepat kering dan kisut bila sering terkena alkohol.

5. Hati – hati pula dalam memilih pewangi helm. Karena jika salah pilih cairannya, bisa membuat kulit dikepala meradang dan iritasi. Pewangi helm bukan mengusir bau, tetapi menutup aroma asam dengan biang parfum. Awalnya memang harum. Namun, saat alkohol menguap, helm yang sudah bau bakal tambah bau. Sebelum menggunakan pewangi, terlebih dahulu bagian dalam dibersihkan. Cara paling gampang, dicuci pakai detergen. Bisa juga dengan dry cleaning atau disemprot pakai cairan busa pembersih helm berisi detergen, senyawa, dan onionik. Setelah sumber bau lenyap, baru dikasih pewangi. Lebih bagus lagi jika cairan pewangi dilengkapi antibakteri.

6. Poles bagian luar helm dengan pasta pengkilap secara merata. Fungsinya selain untuk menjaga ketahanan warna helm, debu juga tidak mudah menempel.

7. Selesai dipoles dan diharumkan, simpan helm di tempat bebas debu dan tidak mudah terkena matahari secara langsung. Namun jangan juga menaruh helm pada lingkungan lembab. Supaya wewanggian tak terlalu menyengat, kala menyimpan helm buka seluruh ventilasi dan kaca helmnya.

Sumber: Dari Berbagai Sumber

8 Langkah Mudah Merawat Motor

Sebagai motor yang bisa menerobos kemacetan lalulintas, motor memang tiada duanya. Namun agar performanya tetap optimal, Jangan pernah mengabaikan perawatan motor.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perawatan motor, antara lain adalah:

1. Periksa kondisi oli karena berperan penting untuk melumas komponen-komponen mesin, sperti stang seher, seher dan ring seher, kruk as dan noken as atau stang klep. Jika keberadaan minyak pelumas sudah berwarna kehitam-hitaman atau kelenturan daya lumasnya berkurang, maka sebaiknya segera diganti dengan oli yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
2. Periksa kondisi aki. Jangan biarkan air accu melewati batas maksimum dan minimum yang akibatnya bisa mempercepat kerusakan pada sel-sel accu. Tambahkan accu pada pagi hari. Segera ganti apabila baterai atau accu sudah mulai melemah.
3. Periksa rantai dan gir. Jangan biarkan rantai terlalu kendor atau terlalu kencang. Cek juga kondisi gir, jika terlalu tajam segera ganti karena jika tidak rantai bisa tiba-tiba putus.
4. Periksa kabel koil dan busi. Segera ganti kabel yang kelihatannya sudah cukup umur dan terlihat banyak keretakan dan pengerasan pada kabel. Jangan lupa perhatikan keberadaaan busi karena busi sangat vital untuk sebuah mesin kendaraan.
5. Perhatikan selang bensin. Jangan membiarkan kondisi selang bensin mengeras atau terjadi retakan-retakan, karena bagian dalam selang bisa jadi sudah tidak elastis dan mengakibatkan serbuk kotoran yang berasal dari selang terbawa karburator.
6. Panaskan mesin selama 2 menit. Panaskan mesin sebelum motor dijalankan agar sirkulasi oli bisa melumasi seluruh bagian dalam mesin yang bergerak.
7. Periksa tekanan angin ban. Jangan terlalu keras dan jangan kurang karena bisa berakibat kembang ban motor rusak.
8. Selalu menggunakan suku cadang asli.


Sumber: kompas

Berita: Mengatur Kekencangan Rantai Sepeda Motor


Rantai merupakan satu komponen yang memungkinkan sebuah sepeda motor (yang menggunakan rantai) dapat berjalan. Perawatan rantai tidak cukup hanya membersihkan atau melumasi saja, hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengatur kekencangannya.

Namun sayangnya langkah ini kerap dilupakan, padahal untuk mendapatkan kekencangan rantai yang ideal tidak membutuhkan waktu yang lama. Simak langkah berikut ini.

1. Harus diketahui bahwa masing-masing tipe motor memiliki karakter yang berbeda, termasuk urusan rantai tadi. Untuk itu bacalah dengan seksama buku petunjuk manual sepeda motor dan pahami bagian-bagian motor yang terkait dengan rantai agar tidak bingung saat menegncangkan/ mengendurkan rantai.
2. Setelah itu kendurkan baut roda belakang dan tarik roda tersebut beberapa milimeter secaar perlahan dan kencangkan baut kembali, untuk mengecek kekencangan rantai. Ukurlah jarak renggang rantai dengan cara menekan bagian bawahnya dengan jari tangan atau obeng. Jarak renggang rantai penggerak yang normal berkisar 20-33mm (atau bisa dilihat pada stiker di tutup rantai roda). Ranatai yang terlalu kencang akan cepat mengalami keausan, sebaliknya jika kendur akan menimbulkan sentakan dan getaran yang berlebihan.
3. Jangan lupa untuk mematikan tanda penyesuai setelan rantai antara yang kiri dan kanan harus sama posisi tandanya. Demikian pula pastikan antara sprocket (gir) depan dan sprocket belakang harus tetap sejajar. Karena apabila tidak sama hal ini dapat rantai bahkan sprocket-nya.
4. Kalau semua sudah dilakukan, pastikan saat mengencangkan baut roda belakang, roda tidak bergerak sama sekali, karena kalau bergeser sedikit saja akan memberi pengaruh besar pada kekencangan rantai.
5. Dianjurkan untuk memeriksa kekencangan rantai paling tidak dua minggu sekali agar keamanan dan kenyamanan berkendara lebih terjamin, apalagi kalau motor sering dipakai bepergian. Jika Anda tidak yakin bisa melakukan langkah-langkah di atas, ada baiknya untuk membawa motor ke bengkel atau meminta bantuan mereka yang lebih ahli.

Selamat mencoba!

Sumber: kompas